Media arus utama secara rutin memaparkan cerita di mana satu orang, atau sekelompok orang, menjadi korban dan orang lain, atau sekelompok orang, adalah pelakunya. Satu orang terus bakal secara acak disakiti oleh orang lain dengan cara tertentu. Kayak Sinetron banget. Yang pertama seolah gak berdaya buat melakukan apa pun tentang apa yang lagi terjadi, sedangkan yang terakhir akan memiliki semua kekuatan. Dengan kata lain, akan terjadi ketidakseimbangan kekuatan. Solusinya Sebagai hasil dari apa yang udah terjadi, orang atau entitas lain perlu turun tangan dan menyelamatkan orang ini. Bukan cuman itu, mereka harus berurusan dengan orang yang salah dan memastikan bahwa mereka menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka. Jika bukan karena orang atau entitas yang menyelamatkan korban, maka mereka mungkin masih berada di posisi yang sama. Pelaku kemudian akan dapat terus menyakiti tokoh termehek mehek dan bikin hidup mereka belangsak alias melarat. T...
"..Tak kenal maka tak sayang" , begitu lah kata pepatah lama. Memang benar bahwa semua berawal dari sebuah perkenalan yaitu lebih tepatnya buah dari pertemuan dan pertemuan melahirkan kesan. Nah, kesan inilah yang relatif. **** Misalnya ,. ada seorang siswa yang berkepribadian introvert yang cenderung kuper yang gak punya teman apa lagi pendukung sama sekali gak ada ( cie ada yang pernah ngalamin ya ? 😓 Sama dong 😭. Terus dia mencoba buat PD di depan mimbar pidato karena biasanya pendiam jadi harus susah payah tampil di depan publik berpidato di hadapan banyak orang dia harus nya tenang tapi akibat gak biasa bisa jadi dia nervous bahkan gemetar tapi tidak menutup kemungkinan bahwa dia mampu menguasai keadaan. karena keadaan yang mendesak misalnya karena ujian yang punya andil besar dalam raportnya gitu. maka otomatis dia bisa menyuarakan isi hati. Lantang lugas dan layak menjadi bintang. 🤔 Relatif seperti yang Kaza bilang ta...